OScommerce


Ecommerce

1.      Apa yang dimaksud e-commerce
E-commerce / Electronic commerce adalah penyebaran, pembelian, penjualan, pemasaran barang dan jasa melalui sistem elektronik seperti internet atau televisi, www, atau jaringan komputer lainnya.
 Ecommerce dapat melibatkan transfer dana elektronik, pertukaran data elektronik, sistem manajemen inventori otomatis, dan sistem pengumpulan data otomatis.
Industri teknologi informasi melihat kegiatan e-dagang ini sebagai aplikasi dan penerapan dari e-bisnis (e-business) yang berkaitan dengan transaksi komersial, seperti: transfer dana secara elektronik, SCM (supply chain management), e-pemasaran (e-marketing), atau pemasaran online (online marketing), pemrosesan transaksi online (online transaction processing), pertukaran data elektronik (electronic data interchange /EDI), dll.
Ecommerce merupakan bagian dari e-business, di mana cakupan e-business lebih luas, tidak hanya sekedar perniagaan tetapi mencakup juga pengkolaborasian mitra bisnis, pelayanan nasabah, lowongan pekerjaan dll. Selain teknologi jaringan www, e-dagang juga memerlukan teknologi basisdata atau pangkalan data (databases), e-surat atau surat elektronik (e-mail), dan bentuk teknologi non komputer yang lain seperti halnya sistem pengiriman barang, dan alat pembayaran untuk ecommerce ini.
2.      Sejak kapan Ecommerce diperkenalkan
E-commerce pertama kali diperkenalkan pada tahun 1994 pada saat pertama kali banner-elektronik dipakai untuk tujuan promosi dan periklanan di suatu halaman-web (website). Menurut Riset Forrester, perdagangan elektronik menghasilkan penjualan seharga AS$12,2 milyar pada 2003. Menurut laporan yang lain pada bulan oktober 2006 yang lalu, pendapatan ritel online yang bersifat non-travel di Amerika Serikat diramalkan akan mencapai seperempat trilyun dolar US pada tahun 2011.
Istilah "perdagangan elektronik" telah berubah sejalan dengan waktu. Awalnya, perdagangan elektronik berarti pemanfaatan transaksi komersial, seperti penggunaan EDI untuk mengirim dokumen komersial seperti pesanan pembelian atau invoice secara elektronik.
Kemudian dia berkembang menjadi suatu aktivitas yang mempunya istilah yang lebih tepat "perdagangan web" - pembelian barang dan jasa melalui World Wide Web melalui server aman (HTTPS), protokol server khusus yang menggunakan enkripsi untuk merahasiakan data penting pelanggan.
Pada awalnya ketika web mulai terkenal di masyarakat pada 1994, banyak jurnalis memperkirakan bahwa e-commerce akan menjadi sebuah sektor ekonomi baru. Namun, baru sekitar empat tahun kemudian protokol aman seperti HTTPS memasuki tahap matang dan banyak digunakan. Antara 1998 dan 2000 banyak bisnis di AS dan Eropa mengembangkan situs web perdagangan ini.
Di Indonesia, fenomena e-commerce ini sudah dikenal sejak tahun 1996 dengan munculmya situs http:// http://www.sanur.com/ sebagai toko buku on-line pertama. Meski belum terlalu populer, pada tahun 1996 tersebut mulai bermunculan berbagai situs yang melakukan e-commerce. Sepanjang tahun 1997- 1998 eksistensi e-commerce di Indonesia sedikit terabaikan karena krisis ekonomi namun di tahun 1999 hingga saat ini kembali menjadi fenomena yang menarik perhatian meski tetap terbatas pada minoritas masyarakat Indonesia yang mengenal teknologi.
3.      System perdagangan E-commerce
                        Electronic Markets (EMs), adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan beragai macam harga yang ditawarkan. Atau bisa disebut juga, Ems adalah sebuah system informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. EMs terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Dan pendistribusian informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan perusahaan bisa lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.
                         
                        Electronik Data Interchange (EDI), EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi regular yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial. Menurut International Data Exchange Association (IDEA), EDI didefinisikan sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui dan dilakukan dari satu system komputer ke system komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik. Tujuan EDI adalah untuk memfasilitasi perdagangan dengan cara mengikat aplikasi bisnis antar partner dagang. Edi meningkatkan proses manual untuk mempertukarkan informasi dengan bidang bisnis lainnya dalam berbagai cara. Sehingga bisa menghemat waktu pemesanan, menguranngi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

                        Internet Commerce, merupakan penggunaan internet yuang berbasis teknologi informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Contohnya seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan diinternet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui kantor pos atau sarana lain setelah uang pembelian ditransfer ke rekening penjual. Keuntungan Internet Commerce ini antara lain harga bisa lebih murah karena membuat situs diinternet lebih murah harganya dibandingkan membuat outlet retail diberbagai tempat. Pembelian melalui internet biasanya diikuti dengan layanan antar barang sampai ditempat pemesan. Selain bebapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet, internet merupakan sarana media promosi perusahaan.
                        Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.

4.      Jenis – jenis konsumen Ecommerce

-          Konsumen individual, konsumen ini lebih banyak diperhatikan oleh media.
-          Konsumen Organisasi
-          Konsumen yang paling banyak melakukan bisnis di internet yang terdiri dari pemerintah, perusahaan swasta, resellers, organisasi publik yang bertindak tidak semata-mata konsumtif sebagaimana layaknya konsumen akhir. Konsumsi dilakukan untuk membuat produk baru maupun melakukan modifikasi.
5.      Karakteristik Penjualan pada Ecommerce

a.      Business to Business (B2B)
Business to Business eCommerce memiliki karakteristik:
a)      Trading partners yang sudah diketahui dan umumnya memiliki hubungan (relationship) yang cukup lama. Informasi hanya dipertukarkan dengan partner tersebut. Dikarenakan sudah mengenal lawan komunikasi, maka jenis informasi yang dikirimkan dapat disusun sesuai dengan kebutuhan dan kepercayaan (trust).
b)      Pertukaran data (data exchange) berlangsung berulang-ulang dan secara berkala, misalnya setiap hari, dengan format data yang sudah disepakati bersama. Dengan kata lain, servis yang digunakan sudah tertentu. Hal ini memudahkan pertukaran data untuk dua entiti yang menggunakan standar yang sama.
c)      Salah satu pelaku dapat melakukan inisiatif untuk mengirimkan data, tidak harus menunggu parternya.
d)     Model yang umum digunakan adalah peer-to-peer, dimana processing intelligence dapat didistribusikan di kedua pelaku bisnis.

Business to Business eCommerce umumnya menggunakan mekanisme Electronic Data Interchange   (EDI).   Sayangnya   banyak   standar   EDI   yang   digunakan   sehingga menyulitkan interkomunikasi antar pelaku bisnis. Standar yang ada saat ini antara lain: EDIFACT, ANSI X.12, SPEC 2000, CARGO-IMP, TRADACOMS, IEF, GENCOD, EANCOM, ODETTE, CII. Selain standar yang disebutkan di atas, masih ada format- format lain yang sifatnya proprietary. Jika anda memiliki beberapa partner bisnis yang sudah menggunakan standar yang berbeda, maka anda harus memiliki sistem untuk melakukan konversi dari satu format ke format lain. Saat ini sudah tersedia produk yang dapat melakukan konversi seperti ini.
Pendekatan  lain  yang  sekarang  cukup  populer  dalam  standarisasi  pengiriman  data adalah dengan menggunakan Extensible Markup Language (XML) yang dikembangkan oleh World Wide Web Consortium (W3C). XML menyimpan struktur dan jenis elemen data di dalam dokumennya dalam bentuk  tags sepertHTML tags sehingga sangat efektif digunakan untuk sistem yang berbeda. Kelompok yang mengambil jalan ini antara lain adalah XML/EDI group.
Pada mulanya EDI menggunakan jaringan tersendiri yang sering disebut  VAN (Value Added Network). Populernya jaringan komputer Internet memacu inisiatif EDI melalui jaringan Internet, atau dikenal dengan nama EDI over Internet.
Topik yang juga mungkin termasuk di dalam business-to-business eCommerce adalah electronic/Internet  procurement  dan  Enterprise  Resource  Planning  (ERP).  Hal  ini adalah  implementasi  penggunaan  teknologi  informasi  pada  perusahaan  dan  pada manufakturing.    Sebagai    contoh,    perusahaan    Cisco    maju    pesat    dikarenakan menggunakan    teknologi    informasi    sehingga    dapat    menjalankan     just-in-time manufacturing untuk produksi produknya.
b.      Business to Consumer (B2C)
Business to Consumer eCommerce memiliki karakteristik sebagai berikut:
a)      Terbuka untuk umum, dimana informasi disebarkan ke umum.
b)      Servis yang diberikan bersifat umum (generic) dengan mekanisme yang dapat digunakan oleh khalayak ramai. Sebagai contoh, karena sistem Web sudah umum digunakan maka servis diberikan dengan menggunakan basis Web.
c)      Servis diberikan berdasarkan permohonan (on demand). Konsumer melakukan inisiatif dan produser harus siap memberikan respon sesuai dengan permohonan.
d)      Pendekatan client/server sering digunakan dimana diambil asumsi client (consumer) menggunakan sistem yang minimal (berbasis Web) dan processing (business procedure) diletakkan di sisi server.

B2C memiliki permasalahan yang berbeda. Mekanisme untuk mendekati consumer pada saat ini menggunakan bermacam-macam pendekatan seperti misalnya dengan menggunakan electronic shopping mall atau menggunakan konsep portal.
Electronic shopping mall menggunakan web sites untuk menjajakan produk dan servis. Para penjual produk dan servis membuat sebuah storefront yang menyediakan katalog produk dan servis yang diberikannya. Calon pembeli dapat melihat-lihat produk dan servis yang tersedia seperti halnya dalam kehidupan sehari-hari dengan melakukan window shopping. Bedanya, (calon) pembeli dapat melakukan shopping ini kapan saja dan darimana saja dia berada tanpa dibatasi oleh jam buka toko. Contoh penggunaan web site untuk menjajakan produk dan servis antara lain:
Amazon merupakan toko buku virtual yang menjual buku melalui web sitenya. Kesuksesan Amazon yang luar biasa menyebabkan toko buku lain harus melakukan hal yang sama.
Ø  eBay http://www.ebay.com, merupakan tempat lelang on-line.
Ø  NetMarket http://www.netmarket.com,
yang merupakan direct marketing dari Cendant (hasil merge dari HFC, CUC International, Forbes projects). NetMarket akan mampu menjual 95% dari kebutuhan rumah tangga sehari-hari.
Konsep portal agak sedikit berbeda dengan electronic shopping mall, dimana pengelola portal menyediakan semua servis di portalnya (yang biasanya berbasis web). Sebagai contoh, portal menyediakan eMail gratis yang berbasis Web bagi para pelanggannya sehingga diharapkan sang pelanggan selalu kembali ke portal tersebut. Contoh portal antara lain:
Netscape Home <http://home.netscape.com>
My Yahoo
c.       Perdagangan Kolabratif.(collaborative commerce).
Dalam c-commerce, para mitra bisnis berkolaborasi (alih-alih membeli atau menjual) secara elektronik. Kolaborasi semacam ini seringkali terjadi antara dan dalam mitra bisnis do sepanjang rantai pasokan.
d.      Consumen to consumen(C2C)
Dalam C2C seseorang menjual produk atau jasa ke orang lain. Dapat juga disebut sebagai pelanggan ke palanggan yaitu orang yang menjual produk dan jasa ke satu sama lain.
Lelang C2C. Dalam lusinan negara, penjualan dan pembelian C2C dalam situs lelang sangat banyak. Kebanyakan lelang dilakukan oleh perantara, seperti eBay.com, auctionanything.com; para pelanggan juga dapat menggunakan situs khusus seperti buyit.com atau bid2bid.com. Selain itu banyak pelanggan yang melakukan lelangnya sendiri seperti greatshop.com menyediakan piranti lunak untuk menciptakan komunitas lelang terbalik C2C online.
Iklan Kecik. Orang mejual ke orang lainnya setiap hari melalui iklan kecik (classified ad) di koran dan majalah. Iklan kecik berbasis internet memiliki  satu keunggulan besar daripada berbagai jenis iklan kecik yang lebih tradisional: iklan ini menawarkan pembaca nasional bukan hanya local. Iklan kecik tersedia melalui penyedia layanan internet seperti AOL, MSN, dll.
Layanan Personal. Banyak layanan personal (pengacara, tukang, pembuat laporan pajak, penasehat investasi, layanan kencan) tersedia di internet. Beberapa diantaranya tersedia dalam iklan kecik, tetapi lainnya dicantumkan dalam situs web serta direktory khusus. Beberapa gratis dan ada juga yang berbayar
e.       Comsumen to Business (C2B).
Dalam C2B konsumen memeritahukan kebutuhan atas suatu produk atau jasa tertentu, dan para pemasok bersaing untuk menyediakan produk atau jasa tersebut ke konsumen. Contohnya di priceline.com, dimana pelanggan menyebutkan produk dan harga yang diinginkan, dan priceline mencoba menemukan pemasok yang memenuhi kebutuhan tersebut.
f.       Perdagangan Intrabisnis (Intraorganisasional)
Dalam situasi ini perusahaan menggunakan ecommerce secara internal untuk memperbaiki operasinya. Kondisi khusus dalam hal ini disebut sebagai e-commerce B2E(business to its employees) yang digambarkan dalam studi kasus terbuka.
g.      Pemerintah keWarga (Goverment to Citizen—G2C)
Dalam kondisi ini sebuah entitas (unit) pemerintah menyediakan layanan ke para warganya melalui teknologi E-commerce. Unit-unit pemerintah dapat melakukan bisnis dengan berbagai unit pemerintah lainnya serta dengan berbagai perusahaan(G2B). E-goverment yaitu penggunaan teknologi internet secara umum dan e-commerce secara khusus untuk mengirimkan informasi dan layanan publik ke warga, mitra bisnis, dan pemasok entitas pemerintah, serta mereka yang bekerja di sektor publik.
E-goverment menawarkan sejumlah manfaat potensial : E-govermant meningkatkan efisiensi dan efektivitas fungsi pemerintah, termasuk pemberian layanan publik. E-goverment memungkinkan pemerintah menjadi  lebih transparan pada masyarakat dan perusahaan dengan memberikan lebih banyak akses informasi pemerintah. E-goverment juga memberikan peluan bagi masyarakat untuk memberikan umpan balik ke berbagai lembaga pemerintah serta berpartisipasi dalam berbagai lembaga dan proses demokrasi.
E-goverment dapat dibagi menjadi tiga kategori :
-          Pemerintah ke Warga(Goverment to Citizen). Lembaga pemerintah makin banyak yang menggunakan internet untuk menyediakan layanan pada warga.
-          Pemerintah ke Perusahaan(Goverment to Business). Pemerintah menggunakan internet untuk menjual dan membeli dari perusahaan.
-          Pemerintah ke Pemerintah(Goverment to Government). Meliputi e-commerce intrapemerintah (transaksi antar pemerintah yang berbeda) serta berbagai layanan antar lembaga pemerintah yang berbeda.
Implementasi E-Goverment. Transformasi dari pemberian layanan pemerintah tradisional ke implementasi penuh layanan pemerintah online dapat menjadi proses yang memakan waktu. Terdapat enam tahap dalam transformasi ke e-goverment :
1. Publikasi penyebaran informasi
2. Transaksi dua arah “secara resmi”, dengan sebuah departemen dalam waktu yang sama
3. Portal multiguna
4. Personalisasi portal
5. Pengelompokkan layanan umum
6. Integrasi penuh dan transformasi badan.
h.      Perdagangan Mobile (mobile commerce—m-commerce).
Ketika e-commerce dilakukan dalam lingkungan nirkabel, seperti dengan menggunakan telepon seluler untuk mengakses internet dan berbelanja, maka hal ini disebut m-commerce.




Oscommerce
1.      Apa itu Os-Commerce?
OsCommerce merupakan Shopping Cart atau solusi aplikasi online shop (eCommerce) yang bersifat open source. Aplikasi ini membantu menciptakan toko di dalam dunia maya yang pada akhirnya membantu solusi penjualan di dalam perusahaan melalui metode yang lebih modern yaitu penjualan di dalam internet.
2.      Fitur Inti OsCommerce
OsCommerce memiliki fitur yang cukup sesuai untuk sebuah took online. Fitur-fitur yang dimiliki oleh OsCommerce adalah sebagai berikut:
a.      Customer Functionality. Customer dapat melihat semua history pembelian di dalam toko online. Basis data mengenai penjualan atas customer tersimpan rapi. Customer juga dapat mengelola account mereka sendiri.
b.      Product Functionality. Menampilkan produk-produk yang dijual di dalam toko online. Berapa stok yang tersedia dan penjelasan lebih lanjut mengenai spesifikasi produk yang bersangkutan.
c.       Payment Functionality. Menyediakan beberapa alternatif pembayaran atas pembelian terhadap produk didalam toko onlin., baik itu berupa pembayaran offline maupun online.
d.      Shipping Functionality. Fitur pengiriman yang akan langsung menghitung berapa biaya pengiriman yang akan ditanggung oleh pembeli terhadap berat, kuantitas dan tujuan pengiriman atas suatu produk yang dijual di toko online.
e.       Tax Functionality. Menampilkan pajak atas penjualan produk di dalam toko online. Dapat menampilkan pajak yang berbedabeda tergantung atas produknya.

3.      Instalasi dan Setting Os-Commerce
Berikut ini adalah langkah-langkah yang perlu dilakukan untuk instalasi OsCommerce pada komputer web server:
  1. Pastikan bahwa komputer telah terinstall XAMPP
  2. Ekstrak File OsCommerce (.zip) yang telah di download ke folder htdocs pada folder XAMPP (biasanya ada pada direktori C:).
  3. Buka IE atau Mozilla Firefox di jendela yang baru, kemudian ketikan http://localhost/phpmyadmin pada address, maka akan masuk ke jendela phpmyadmin seperti gambar di bawah ini:  
 
Gambar 1.1: PHP MyAdmin 
         4. Pada tampilan phpmyadmin, masukkan nama database yang akan dibuat, misalnya db_tulus pada  dialog box Create New Database, kemudian tekan tombol Create. Setelah itu akan tampil gambar berikut ini:
 
Gambar 1.2: Membuat Database OsCommerce
    5. Selanjutnya untuk instalsai OsCommerce, ketikan alamat ini pada address Mozilla Firefox http://localhost/oscommerce-2.3.1/catalog/install/index.php setelah itu akan tampil gambar sebagai berikut ini:
 
Gambar 1.3: Proses Instalasi OsCommerce
      6.      Tekan tombol Continue, lalu akan dibawa ke gambar berikut ini:
 
 
Gambar 1.4: Langkah Pertama Instalasi OsCommerce
   7.      Isi Database Server dengan Localhost, Username dengan root, Password dikosongkan, dan Database Name dengan nama database yang sebelumnya telah dibuat yaitu db_tulus. Lalu tekan tombol Continue, tunggu sebentar kemudian akan tampil gambar berikut ini:
 
Gambar 1.5: Langkah Kedua Instalasi OsCommerce
       8.      Tekan tombol Continue, dan akan terlihat tampilan berikut ini:
 
Gambar 1.6: Langkah Ketiga Instalasi OsCommerce
       9.      Pada dialog box Store Name, ketikkan nama toko (misalkan Tulus Punya). Pada dialog box Store Owner Name, ketikan nama pemilik (misalkan Stikom Medan). Pada dialog box Store Owner E-mail Address ketikan alamat email pemilik (misalkan tulussihaloho@yahoo.com). Pada dialog box Administrator User Name ketikan nama admin yang nantinya akan menjadi penguasa di situs merchant (misalkan Tulus). Terakhir pada dialog box Administrator Password ketikan password atau kata kunci yang diinginkan (misalkan stikommedan). Setelah semuanya selesai, tekan tombol Continue maka akan terlihat gambar berikut ini:
 
Gambar 1.7: Langkah Keempat Instalasi OsCommerce
      10.  Pada tampilan di atas terdapat dua tombol, pertama tombol Catalog (untuk melihat tampilan situs) dan Administrasi Tool (untuk men-setting tampilan dan isi barang yang akan dijual).
 
Gambar 1.8: Katalog Hasil Instalasi OsCommerce
  1. Untuk login sebagai admin kamu dapat mengetikkan http://localhost/oscommerce-2.3.1/catalog/admin pada address bar web browser kamu. Tampilan login OSCommerce dapat dilihat pada gambar dibawah ini.
 
Gambar 1.9: Administrator Login Hasil Instalasi OsCommerce
 
Gambar 1.10: Administrator Hasil Instalasi OsCommerce, setelah login
4.      User Manual

a.      bagi Konsumen ( yang bisa diakukan konsumen )
osCommerce menyediakan berbagai cara navigasi yang bisa dilakukan pelanggan terhadap toko online. Pelanggan bisa melakukan browsing terhadap toko online berdasarkan Kategori, dan Pabrikan. Pelanggan juga bisa menggunakan fitur Pencarian untuk mencari produk berdasarkan kata kunci tertentu. osCommerce juga bisa menampilkan kotak atau webpart yang bisa diisi dengan produk terbaru atau produk pilihan.
Halaman penampil produk osCommerce bisa dikonfigurasi dengan SEF (search engine friendly) URL. Dalam kaitannya dengan pemasaran web kita, SEF URL ini penting karena bisa membantu produk kita lebih cepat ditemukan oleh calon pelanggan yang mencari produk dengan kata kunci tertentu melalui mesin pencari seperti Google dan Bing. Berikut ini contoh-contoh SEF URL dalam osCommerce:
  • http://oscommerce.local/products.php/pro_php_security
  • http://oscommerce.local/products.php/labelwriter_400_turbo
  • http://oscommerce.local/products.php/oscommerce-tshirt
Halaman tampilan detil produk dalam osCommerce menyediakan informasi vital tentang produk bagi pelanggan. Informasi ini meliputi penjelasan produk, harga, pabrikan, model, dan lain-lain. Atribut produk seperti warna juga bisa dipilih sehingga sebagai pelanggan kita memiliki kebebasan untuk memilih produk berdasarkan atribut tertentu. Halaman tampilan produk juga menyediakan fungsi untuk menambahkan review terhadap produk.
Sebagai salah satu paket perangkat lunak eCommerce, osCommerce juga menyediakan shopping cart. Fungsi shopping cart dalam osCommerce ini kurang lebih sama dengan kereta belanja yang kita pakai pada saat ber-belanja di swalayan. Produk-produk yang kita beli terlebih dahulu ditampung dalam shopping cart sebelum kita menuju kasir untuk melakukan pembayaran.
OsCommerce dimulai pada saat pelanggan meng-klik tombol ‘Checkout’ pada shopping cart. Dalam osCommerce, proses checkout memerlukan registrasi pelanggan ke toko online dimana pelanggan berbelanja. Setelah registrasi, proses checkout akan dilanjutkan dengan pengisian alamat pengiriman, metode pengiriman (kurir), dan metode pembayaran. Setelah pelanggan meng-klik tombol ‘Konfirmasi’, proses checkout pun selesai.
OsCommerce menyediakan menu ‘My Account’. Menu ini bisa digunakan oleh pelanggan untuk mengubah informasi registrasi, melacak order, dan konfigurasi notifikasi. Menu ‘My Account’ ini tersedia hanya setelah pelanggan melakukan registrasi ke toko online.
Dengan fitur-fitur yang cukup lengkap, pelanggan akan cukup mudah berbelanja di toko online yang dijalankan dengan osCommerce. Proses checkout yang mudah dan cepat juga membantu pelanggan menyelesaikan belanjanya. ‘My Account’ memudahkan pelanggan untuk melacak order yang pernah dilakukannya di toko online osCommerce.
b.      bagi Administrator atau Pemilik Toko ( yang tidak bisa diakukan konsumen )
OsCommerce menyediakan layar administrasi yang terintegrasi untuk melakukan fungsi-fungsi pemilik toko online (admin). Admin bisa melakukan tugas-tugasnya dari mulai mengubah konfigurasi toko online, meng-update katalog, menambah modul pengiriman/pembayaran, mengubah bahasa, menambahkan plug-in, sampai melihat statistik penjualan.
Sama halnya dengan halaman depan (front-end) osCommerce, tampilan halaman administrasi (back-end) osCommerce juga tergolong sangat sederhana. Namun untuk back-end, aspek tampilan ini tidak terlalu penting mengingat yang akan mengakses sehari-hari adalah pemilik toko online, bukan pelanggan.
Salah satu tugas sehari-hari yang mesti dilakukan oleh pemilik toko online adalah update katalog, meliputi administrasi produk dan kategori. Misalnya apabila ada produk baru atau perubahan harga produk, admin akan membuka halaman administrasi untuk melakukan hal tersebut. Dalam osCommerce layar administrasi untuk menambah atau mengubah informasi produk tergolong cukup sederhana, sehingga memudahkan tugas admin.
OsCommerce juga menyediakan fungsi-fungsi statistik buat pemilik toko online untuk mendukung jualan-nya. Misalnya statistik yang memberikan informasi produk-produk yang ketersediannya sudah menipis, informasi pelanggan terbaik, dan informasi produk terbaik. Walaupun informasi statistik yang disediakan oleh osCommerce belum terlalu banyak dan tidak didukung oleh fitur grafis, namun informasi tersebut cukup informatif bagi pemilik toko online dalam mendukung kegiatan ber-jualan sehari-hari.
5.      Keamanan / Security
Distributor Scareware baru-baru ini berhasil menemukan celah keamanan yang terdapat pada website-website dengan engine osCommerce, hal ini dilakukannya demi melaksanakan kampanye BHSEO. Tingkat serangan diperlihatkan ke publik dan menunjukkan bagian script yang menjadi penyebab mudahnya server dibobol hacker.
Celah keamanan ini sendiri sebenarnya sudah terkuak sejak 31 Agustus 2009 yang mana sebenarnya sudah mulai dipublikasikan di Milw0rm oleh seorang pengguna dengan nickname Flyh4t. Oleh penasihat keamanan, yang mana diterbitkan oleh perusahaan Secunia menerangkan mengenai celah ini sebagai kesalahan dalam mekanisme otentikasi yang dapat dimanfaatkan untuk mem-bypass otentifikasi dan memperoleh akses ke folder admin serta halaman administrasinya.
Menurut sebuah laporan dari Unmask Parasites, setelah terjadi eksploit tersebut, beberapa script PHP yang ada di server berikut yang menjadi target serangan, yang mana beberapa contoh file tersebut adalah mm.php, sh1.php, betty.php dan lname.php.
Untuk script pada file betty.php sendiri memiliki tujuan untuk menghasilkan URL dengan format : http://namadomain.com/betty.php?q=keywords yang selanjutnya akan diindeks oleh search engine dan menghasilkan hasil pencarian untuk istilah sesuai keyword tadi. Script HTML juga akhirnya tersimpan di direktori cache.
Sedangkan script lname.php mampu mengalihkan halaman pengunjung ke situs jahat yang merupakan halaman yang menawarkan antivirus tipuan. Pihak Scareware sendiri melalui kampanye ini cukup baru dan memiliki kemampuan deteksi AV tingkat rendah di VirusTotal.
Untuk script mm.php digunakan untuk mengupload file ke server langsung. Sedangkan script sh1.php digunakan sebagai PHP Web shell. Kalau Anda menemukan beberapa file jenis ini di web server bisa jadi server tersebut sudah dieksploit. Unmask Parasites juga menekankan bahwa “Google Webmaster Tools dapat membantu Anda untuk mendeteksi serangan tersebut. Laporan ‘search queries’ yang dimilikinya akan dapat mengungkapkan masalah keamanan lainnya, jadi setidaknya dengan menggunakan GWT ini seminggu sekali akan sangat membantu sekali.”
Sampai berita ini diterbitkan, penanganan dan perbaikan dari pihak osCommerce sendiri belumlah tampak, dan sepertinya ini juga terjadi bahkan di versi osCommerce 2.2 RC2a. Bagaimana pun serangan ini dapat dicegah dengan membatasi akses ke direktori admin melalui setting di .htaccess. Atau kalau memang mau, Anda bisa mengganti nama direktori ini dan menghapus file-manager.php untuk meningkatkan keamanan situs osCommerce Anda.
6.      Keunggulan dan kelemahan

a.      Keunggulan dari OsCommerce :
  • Gratis karena merupakan aplikasi open source
  • Sangat mudah untuk initial setup nya
  • Tidak sulit untuk memaintain isi didalamnya
  • Gampang bagi administrator toko untuk menampilkan semua produk mereka ke customer dengan permintaan-permintaan khusus dari customer itu sendiri
  • Fasilitas dan menu yang relatif lengkap
  • Komunitas yang aktif dimana sesama member saling membantu apabila menemukan kesulitan dalam penggunaannya
b.      Kelemahan oscommerce :
Beragam fasilitas yg ada di oscommerce terkadang malah menjadi persoalan tersendiri jika yang ingin dibuat hanya sebuah toko online yg sederhana. Upgrade dan penggantian template oscommerce juga harus dilakukan secara manual (upload) yang terkadang terkesan rumit.



download makalah disini
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Organisasi Komputer